Looking at the rain drop falling down my window,
I think of you, you who I have hidden away
With the tears falling down my heart, I try to erase you
You are listening to this sound right? You, who used to love the rain
Do you still remember me? When it rains I yearn for you

Love falls down with the rain, memories flow with the rain
I think of you again with the sound of rain
Tear falls down with the rain, memories flow with the rain
Following the rain, you leave after moistening my hardened heart

You said that anyone who looks at the rain becomes sad, resembling the rain
This just means that our love resembles the rain now
Even if you left, please remember me (Please remember me)
When my yearning for you becomes too much and overflows, the rain will call you

Love falls down with the rain, memories flow with the rain
I think of you again with the sound of rain
Tear falls down with the rain, memories flow with the rain
Following the rain, you leave after moistening my hardened heart

Even if you forget me (Even if you forget me)
Please remember me again (Please remember me again)
When my yearning for you becomes too much and overflows, the rain will call you

Hoping that you will be happy somewhere, hoping that you will be smiling somewhere
Hoping that you will never have to resemble rain and experience the sad love
Just don’t forget this,
My wanting of loving you will fall next to you, following the rain

Love falls down with the rain, memories flow with the rain
I think of you again with the sound of rain
Tear falls down with the rain, memories flow with the rain
Following the rain, you leave after moistening my hardened heart

Jumat, 20 Mei 2011

Sepercik Rindu Untuk Hujan

G tau kenapa malam ini begitu rindu sama kamu
membuka semua kenangan yg masih tersisa di pikiranku maupun hatiku
menguatkan ingatan2 itu , dgn iseng2 membuka jejaring2 sosial milikmu
bahkan membaca lagi sms sms dari mu yg belum sempat atau malah tak ingin ku hapus
mencoba mengenang kembali , dgn cerita2 sama temen yang kenal jg sama kamu
lumayan lega , tapi malah bikin tambah merindukanmu

baru sadar , karena kamu
tidak sengaja aku banyak mengenal orang baru
orang-orang yang sempat mengisi hidupku dgn berbagai ceritanya ttg kamu
walopun skrg , mereka juga menjauh 
seperti dirimu
Hey , aku kangen kalian semua ! 
knpa begitu singkat pertemuan bahkan hubungan kita
aku tak pernah kepikiran , hubungan kita bakal rusak seperti ini
bahkan aku tak pernah berpikir kalian tega meninggalkan semua cerita ini
cerita tanpa ending . . .

Kau tau g , tadi malem kau mampir lagi ke mimpiku
sayangnya kau tak membawa berita bahagia
tapi , kau sedikit membuatku kecewa
"Kita ttp saudara kan , kamu adek kecilku yg manis"

sumpah , pengen nangis dengernya
g pernahkah kamu ngerasa , aku ingin status yg lebih
sayangku melebihi dari kakak dan adek
bukankah aku lebih tua dari kamu , kenapa kau selalu menganggapku anak kecil ?

walopun dari dulu sampe sekarang masi belum ikhlas , tp gr2 itu , jadi punya niat untuk serius mulai melupakanmu
aku takut luka itu semakin menganga dgn lebar
aku takut , suatu saat hati ini tak bisa membuka kembali
aku takut selalu terpenjara dalam situasi ini

aku takut semuanyaaa . . .

yaa , mungkin ini saatnya
sedikit demi sedikit mulai menghapusmu
dan menyimpan kenangan2 dalam sebuah ruang sempit di hatiku

seperti hujan yg turun malam ini , aku yakin akan ada hujan baru yg akan turun untukku :)

Sabtu, 07 Mei 2011

Berjuta Sayang Untuk Ayah Dan Ibu

Pernahkah kamu ngasih perhatian ke orang tua melebihi perhatiannya ke kita ?
Pernahkan kamu berpikir, kalo orang tua juga ingin dimanjakan seperti kita yang bermanja2 ria ke orang tua ?

Kadang kita sering lupa bahkan egois, hanya selalu ingin diperhatikan tanpa membalas bahkan hanya dengan merespon perhatian mereka.
Tidak hanya bagi yang kuliah atau kerja di luar kota, yg notabene jauh dari orang tua. Kadang dalam sehari , mungkin tak pernah terpikir bagaimana kabar orang tua disana. Yg satu rumah saja, kadang-kadang lupa untuk sekedar menanyakan kabar orang tua hari ini.

Yaa , seperti saya . . .
Kemarin saya mendapat sedikit keluhan dari si Babe,
Beliau bilang, “Kok kalo jawab sms/ngangkat telepon lama banget, mana jawabannya singkat. Lagi sibuk banget ya ? Jangan lupa makan ya”
Ya Allah, dengernya aja sudah nyesek banget di hati. Padahal yang salah anaknya, tapi masih dengan tulus merhatiin anaknya.
Emang setiap hari, Beliau atau Ibu selalu menanyakan kabar dan sekedar mengingatkan “Jangan lupa makan ya mbak”
Hal yang sangat jarang, saya lakukan untuk mereka. Bahkan kadang tak terpikir untuk sms/menelepon.
Mungkin kadang ada rasa ogah-ogahan untuk membalasnya, tidak seperti kita dengan cepat membalas sms/mengangkat telepon dari pujaan hati.

Apakah kamu juga demikian ?
Bukankah orang tua adalah orang yang pertama kita sayangi dan menyayangi kita dalam hidup ?
Bukankah kasih sayang orang tua tidak terbatas dan melebihi kasih sayang pacar untuk kita ?
Bukankah orang tua sudah sangat terbukti rela mengorbankan hidupnya untuk kita ?
Emang hal-hal sederhana yang kadang terlupakan,
Pernahkan kita sedikit mengkhawatirkan orang tua ?
Pernahkan terpikir bagaimana kabar mereka ?

Mumpung orang tua masih bisa mendampingi kita, dan masih memberikan berjuta-juta perhatiannya untuk kita, tidak ada salahnya kita membalas dengan secuil perhatian untuk mereka.
Misalnya dengan mengirim sms atau bahkan menelepon,
“Met pagi Yah , Bu . Jaga kesehatan ya”
“Apa Kabar  Ayah dan Ibu hari ini ? Jangan lupa makan ya”
“Lagi ngapain Ayah dan Ibu ? bagaimana aktivitas hari ini ? Moga selalu lancar.”
“Selamat Tidur Ayah dan Ibu. Semoga tidur dengan nyenyak dan hari besok segar kembali”

Bukankah mengetik/ngomong kalimat-kalimat tersebut sangat singkat, dan tak akan menganggu kesibukan kita.
Saya yakin, orang tua akan sangat senang mendapat pesan seperti itu dari buah hatinya.
Mungkin rasanya juga seperti ketika kita dapet pesan tersebut dari pacar kita.
Tidak ada salahnya dicoba kan.
Mungkin bisa membuat kita lebih akrab dengan orang tua daripada sebelumnya, walopun terpisahkan oleh jarak.
Apalagi bagi yang jarang pulang, akan sedikit mengobati rasa rindu baik di dalam hati kita maupun orang tua.

Jangan selalu menuntut hak kita dari tanggung jawab mereka, tapi berilah sedikit hak mereka dari tanggung jawab kita.
Jangan menganggap anak dan orang tua, hanya sebuah status. Tapi maknai juga arti dari status itu dengan saling memahami satu sama lain.
Karena kasih orang tua tak terbatas, dan kasih anak masih sepanjang galah.
Cobalah rasakan, bagaimana susahnya orang tua merawat kita, ketika suatu hari nanti kita punya anak juga.

Kubuka album biru 
penuh debu dan nusa 
kupandangi semua damba diri 
kecil bersih, belum ternoda... 

fikirku-pun melayang 
dahulu penuh kasih 
kudengar semua cerita orang, 
tentang riwayatku... 

*kata mereka diriku slalu dimanja 
kata mereka diriku slalu ditimang 

nada nada yang indah 
slalu terurai darinya 
tangisan nakal dari bibirku 
tak-kan jadi deritanya 

tangan halus dan suci 
telah mengangkat tubuh ini 
jiwa raga dan seluruh hidup 
rela dia berikan... 
*kata mereka diriku slalu dimanja 
kata mereka diriku slalu ditimang 






Yogyakarta, 1 Mei 2011.

Minggu, 24 April 2011

Suratku Untukmu yang tak tersampaikan

                                                                                                                                                                      Yogyakarta, 21 September 2010

Teruntuk Seseorang
Di Lubuk Hati Terdalam

Hey , apa kabarmu ? Aku doakan selalu sehat ya :)
Mungkin kau tak akan pernah membaca surat ini, krn aku emang tak akan pernah mengirimkannya untukmu. Aku takut, aku sudah lupa alamat rumahmu. Aku takut, aku sudah tak bisa menulis surat lagi seperti tahun2 kmrn. Aku jg takut, klo ada yg iseng mengambil surat ini dari kotak pos (seperti yg aku lakukan waktu kecil). Lagian sekarang byk cara komunikasi yg lebih instan dan lebih cepat untuk tersampaikan padamu. Wlopun, kupikir aku jg enggan menggunakan cara itu.
            Kau tau , sore ini Jogja lagi turun hujan . Aku mencoba mencuri2 pandang lewat balik jendela kamarku. Emang tak tllu lebat, tp cukup membuat basah kuyup atap rumah. Seperti biasa , hujan selalu mengingatkanku padamu. Entah mengapa , tiap hujan aku merasa kangen padamu. Seperti panggilan “hujan” yg aku berikan padamu dulu. Ingatkah kamu ? Alesan knpa aku memanggilmu hujan , krn kau seperti hujan yg benar2 tak bisa kusentuh hanya dapat kurasakan. Seperti hujan kau jg yg membasahi jiwa yg sepi ini. Kita pun bertemu , setiap hujan turun di penghujung senja. Tak bisa kusentuh, tapi terasa begitu nyata. Dikala yg lain muram karenamu , aku bisa tersenyum melihatmu.
            Aku selalu deg2an menunggumu tiba. Entah apa yg kurasakan, mungkin suka , cinta atau sekedar kagum padamu. Aku tak prnh berani mengungkapkan, seperti ketidakberanianku mengirimkan surat ini untukmu . Kuakui , aku masih dalam tahap menuju fase dewasa. Fase dimana harus dapat membedakan baik dan buruk , mengenal identitas diri, bahkan memahami dan mengerti perasaanmu.
            1 detik , 1 menit , 1 jam , 1 hari , 1 minggu , 1 bulan , dan 1 tahun sudah aku masih setia menunggumu. Disini bersama rinai hujan . Taukah kamu pandanganku masih terpaku pada sosokmu , pikiranku masih terikat pada bayanganmu , dan hatiku masih terjerat oleh hatimu . Kurasakan begitu nyata , walaupun realita yg ada begitu abstrak . Karena ragamu sudah tak di sampingku lagi , hatimu bahkan rasamu sudah bukan milikku . Kau pergi meninggalkan sekeping kenangan , sekelumit bayangan , dan sepercik rasa yang menyatu bersama sisa hatiku . Entah sampai kapan aku akan merasa kekosongan yg terasa begitu hampa . Denganmu atau tanpamu semuanya akan terasa baik-baik saja kan . Mentari akan tetap menyengat dan hujan akan membawa sensasi kerinduanku padamu . Yep , kerinduanku yang tak akan pernah tersampaikan , seperti surat ini J .
            Dan kuharap , walau tanpa kabar darimu , kau pun akan selalu baik2 saja . Setiap saat aku selalu mengharapkan kebahagiaanmu . Selalu berharap di bawah naungan lagit biru yang sama .
            Sekian .

                                                                                                                                                                              Salam rindu untukmu ,



                                                                                                                                                                              Hujan di penghujung senja .